Kuwarisi rambut indahmu
Senyummu yang manis
Juga matamu yang lebar
Kutahu, kau menyimpan perih di hidupmu
Hanya untuk memastikan aku bahagia
Tetapi waktu pun terus berjalan
Dan semakin tua rentah tubuhmu kini
Perjuangan telah banyak engkau lalui
Hingga saat ini masih kulihat jauh di matamu
Perjuanganmu yang masih menyala-nyala
Berkobar seperti bara api
Berputar seperti liarnya arus ombak
Memecahkan kerikil tajam
Yang menghalangi kita
Kau selalu pastikan perutku kenyang
Bajuku bersih
Sepatuku mengkilat
Dan jalanku tegak penuh percaya diri
Kusadari tak ada satupun kata
Untuk mengungkapkan rasa terima kasihku padamu
Ibu.. Kau malaikat dalam hidupku
Malaikat dalam hidup kita yang tak kekal ini
Malaikat dengan keriput diwajahmu
Malaikat dengan bajumu yang tidak baru lagi
Benar Ibu
Kau malaikat tanpa sayap di bahumu
Sering kulihat air matamu jatuh dari tulang pipihmu
Ketika mulutku meneriakkimu
Ketika mataku melototimu
Ketika tanganku bergetar karena amarah
Rasa sesalku tak mampu menutupi sedihmu
Aku pun berlutut dan berdoa
Tuhan ampuni dosaku
Panjangkan umur hidup ibuku
Pertemukan kami esok hari
Dengan senyum pada wajah cantiknya
Bahagiakan ia sepanjang hidupnya
Sampai ia melihatku sukses nanti
Aku berhayal dan kupastikan hayalanku menjadi nyata,
Topi wisuda akan terpatri dikepalaku
Tegak kuat seperti rasa percaya diriku
Dan akan kuberitahu pada ibuku
Ibu
Lihatlah aku anakmu
Ini semua karena air mata sedih dan bahagiamu
Ini semua karena amarah dan senangmu
Ini semua karena tangis dan keluh kesahmu
Ini semua karena ketegasanmu sekaligus kelembutanmu
Ini semua karena benci sekaligus cintamu
Dan ini semua karna perjuanganmu.
Aku bangga padamu ibu
Tuhan Jesusku
Sekali lagi ingatlah doaku untuk ibuku tersayang
Panjangkanlah umurnya
Bahagiakan hidupnya di masa tua
By: Agnes Fioretta Bella Pareira
XII MIPA C